Showing posts with label Seruan Ahkhir Zaman. Show all posts
Showing posts with label Seruan Ahkhir Zaman. Show all posts

Monday, October 9, 2017

Larangan mengambil ilmu dari Ahli Bid'ah


LARANGAN MENGAMBIL ILMU DARI AHLI BID'AH

Bismillah Ar Rahman Ar Rahim 

Alhamdulillahi Robbil 'Alamin Wassolatu Wassalamun A'la Asyrafil Anbiayai Wal Mursalin , Wa'alaa Aalihi Attoyyibin Wat Thohirin Ila Yaumil Qiamah . Amma Ba'du . 

Alhamdulillah syukur ke hadrat Allah Swt yang melimpahkan ilmu dan petunjukNYA buat aku meneruskan perkongsian buat pembaca-pembaca yang dikasihi sekelian . Aku telah meneliti kembali tajuk di atas dan rasanya perlu membuat sedikit tambahan dan kupasan yang lebih terperinci untuk mendekatkan lagi kefahaman sesuai dengan kepentingan urusan akhir zaman.

DAKWAAN OLEH SETIAP PELOPOR DAN PENGIKUT ALIRAN 

Kita seringkali terdengar laungan dari semua "aliran" yang mendakwa memperjuangkan Sunnah Rasul saw dan menolak segala bentuk bid'ah. 

Sememangnya untuk menegakkan Sunnah Rasul saw di akhir zaman ini umpama menggenggam bara api. Namun begitu perlulah di titik beratkan siapakah yang sebenar-benarnya yang mewarisi Sunnah rasul saw setelah wafatnya baginda . Kerana itulah sumber asli asal usul segala ilmu dari nabi saw .

SIAPA PENERUS SUNNAH NABI SAW ?

Tentunya tidak lain tidak bukan Ahlul Baitnya yg khusus Sayyidina Ali ibn Abi talib karamullahu wajjah ra . Beliaulah menjadi rujukan Ummah dan khalifah di zamannya dalam hal-hal yang sulit persoalan-persolan ilmu-ilmu yg khusus. Ilmu di sini saya tetapkan pada ilmu yg khusus atau ilmu ketuhanan orang-orang yg ahli kahawasul khawas . Sebab inilah pati dan ibu segala yang menjadi hati dan jantung segala jenis ilmu islam. 

Nabi saw sendiri dah perjelaskan , "Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya , maka masukilah kota mengikut pintunya" . Maka tiada syak lagi kecuali mereka2 yang munafik .


Justeru itulah Nabi saw kerapkali berpesan agar kita berpegang kepada AlQuran dan Ithrah AhlulBaitnya kerana Ahlul Baitnya lah yang merupakan penjaga amanah AlQuran dan penerus sunnah secara menyeluruh.  \

Say Abu Bakar ra dan Say Umar ra sendiri seringkali merujuk kepada Sayyidina Ali ra dan dia diberi julukan Imamul Muhtadin.  Gelaran Imam tidak dipernah diberikan kepada sahabat-sahabat utama yang lain. Kedudukan Imam adalah pemimpin bagi umat dan juga khalifah itu sendiri. 

Namun begitu tetap ada musuh-musuh yang irihati dengan anugerah Allah ke atas Ahlul Bait Nabi saw sehingga tercetus pelbagai peristiwa yang mencorakkan sumber keagamaan kita sehinggalah sekarang ini . 

Oleh itu berhati-hatilah dengan sumber-sumber ilmu kamu kerana sekiranya kamu tidak mengambil dari Ahlinya yang hak kamu akan secara tidak langsung akan mengambil dari sumber musuh-musuh Ahlul Bait yang menjadi penerus aliran Bid'ah dan aliran Dajjal ....

Imam Ali as/ra berkata :

اُنْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ هَذَا الْعِلْمَ فَإِنَّمَا هُوَ دِينٌ

“Perhatikanlah dari siapa kamu mengambil ilmu ini, karena sesungguhnya ia adalah agama” 
(Riwayat al Khaththib al Baghdadi di dalam al Kifayah, hlm. 121 . Diriwayatkan dari sejumlah Salafush Shalih, seperti Muhammad bin Siirin, adh Dhahhak bin Muzahim, dan lain-lain . 

Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata, "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka lihatlah dari siapa engkau mengambil agamamu!" [HR Muslim dalam Muqaddimah Shahiihnya (1/14) ].

Diriwayatkan dari Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama generasi pertama masih tersisa dan generasi berikut menimba ilmu dari mereka. Jika generasi pertama telah berlalu sebelum generasi berikut menimba ilmu dari mereka, maka manusia akan binasa." [Diriwayatkan oleh ad-Darimi (I/78-79) dan Ahmad dalam kitab az-Zuhd (hal. 189) melalui dua jalur dari Salman.

Abdullah bin Mas’ud ra berkata :
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا أَتَاهُمُ الْعِلْمُ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ مِنْ أَكَابِرِهِمْ , فَإِذَا أَتَاهُمُ الْعِلْمُ مِنْ قِبَلِ أَصَاغِرِهِمْ , وَ تَفَرَّقَتْ أَهْوَاءُهُمْ , هَلَكُوْا

“Manusia akan selalu berada di atas kebaikan, selama ilmu mereka datang dari para sahabat Nabi Muhammad  dan dari orang-orang besar (tua) mereka. Jika ilmu datang dari arah orang-orang kecil (ahli bid’ah) mereka, dan hawa-nafsu mereka bercerai-berai, mereka pasti binasa” 
( Riwayat Imam Ibnul Mubarak di dalam az Zuhud, hlm. 281, hadits 815 )

BAHAYA AKHIR ZAMAN , MENGAMBIL ILMU DARI AHLI BID'AH

Diriwayatkan dari Abu Umayyah al-Jumahi radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya salah satu tanda dekatnya hari Kiamat adalah ilmu diambil dari kaum as shaaghir (ahli bid'ah).”
* Ibnul Mubarak berkata dalam kitab az-Zuhd (hal. 21 dan 281): "Yang dimaksud kaum as shaaghir adalah ahli bid'ah."


SARANAN BUAT PENUNTUT ILMU 

Para penuntut ilmu harus mengambil ilmu dari orang-orang yang bertakwa, shalih dan mengikuti Salafush Shalih. 

Sebab, keberkatan selalu bersama mereka. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Keberkahan selalu bersama kaum ak kaabir (ahli ilmu) kalian."
[HR Ibnu Hibban (955), al-Qadha’i dalam Musnad asy-Syihab (36-37), al-Hakim (I/62), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (VIII/171-172), al-Khathib al-Baghdadi dalam Taarikh Baghdaad (XI/165)

Carilah guru-guru yang arif , selidikilah sanad ambilan ilmu-ilmu mereka agar tidak menyalahi daripada Al Quran dan Sunnah . 

Tuesday, March 5, 2013

TENTANG ILMU

Assalamu 'alaikum wbth , Allahumma solli'ala Muhammad Wa 'ala Aalihi At Toiyibbin Watthohirin somma ila Ashaabihi Ajma'iin. 



Ilmu itu NUR

Pada menyatakan Bab Ilmu secara rengkas  . Apa itu 'ILMU ? Apakah ilmu itu 'tahu' hanya sanya kalau sekadar tahu sahaja apakah sudah sampai Allah Swt mengangkat para 'ulama ilmuan hingga ke beberapa darjat. Itu tidak memberi takrif yang tepat akan ilmu itu hanya tahu . 

Ilmu tanpa berguru ibarat pohon tidak bersiram , ilmu tanpa amal ibarat pohon tidak berbuah , ilmu tanpa adab ibarat pohon liar, ilmu tanpa Nur ibarat pohon mati , ilmu tanpa iman ibarat pohon tercabut akarnya, ilmu tanpa rasa ibarat pohon yg buahnya pahit , ilmu tanpa Ruh ibarat pohon plastik, Bila ilmu itu beserta amal, nur, iman, rasa dan Ruh barulah dikatakan Allah meninggikan orang2 yg berilmu dengan beberapa darjat . Seandainya ilmu itu bersendiri jadilah ia ulamak yg jahat.

Ilmu itu ada zahir dan bathin , ilmu yg zahir pakaian Ahli Zahir manakala ilmu yg bathin pakaiaan Ahli Bathin. Ahli Zahir itu ialah mereka yg hanya mengambil syariaat tanpa hakikat .Ahli Bathin itu adalah mereka yg mengambil syariaat dan hakikat. Manakala mereka yg hanya mengaambil hakikat semata2 umpama tiada berpakaian , itulah Ahli Fasiq dan Zindiq . Tetapi jgn kita terpedaya dengan lakonan Ahli Zahir semata2 .

Ilmu itu Harta Yg Tersimpan Kukuh

Ilmu itu harta yang tersimpan kukuh , kata Say Ali ra , " ilmu itu lebih baik drp harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu itu bertambah apabila dibelanjakan.

Ilmu itu tahu apa perintah Allah Swt pada kita setiap masa dan keaadaan dan perjalanannya adalah sunnah Nabi Saw. Ilmu ibarat pelita yg menyuluh di dalam gelap gelita. Di zaman ini ibarat  spot light yg menyuluh hingga terang benderang .

Ilmu itu petunjuk apabila ia tahu akan AL QURAN yg mulia. Ilmu itu kekuatan apabila ia di bawa ke medaan jihad. Ilmu itu pendinding apabila ia memagar pengamalnya. Ilmu itu kenderaan di dalam solat sehingga membawa kepada mikraj mukmin. Ilmu itu tinggi apabila ia datang dari sisi Allah Ta'ala.


Carilah Ilmu Syariat, tarekat , hakikat dn makrifat , dan carilah  ilmu2 ini  pada satu guru yg padanya tehimpun keempatnya  ,  sebab dia telaah menguasai secara keseluruhannya dan tidak memisahkan tiap2 bahagiaan dari ilmu yg 4 ini. 

nabi itu kota ilmu dan Ali ra itu pintunya , jangan kamu memasuki kota tidak melalui pintunya. pastikan gurumu itu jugaa mendapat ilmu melalui pintu kotanya. Barulah sampai ke tempat nak dituju.

Ilmu menjadi api neraka kepada ulamak yg jahat. Jauhilah ilmu dari orng yg sedmikian kerana kamu jugaa akan sama2 terbakar dengannya .





TENTANG ISLAM SEJATI :: Nak cari islam yg sejati kena la cari hati yg murni ..... yg tulus ikhlas kepada Allah , yg zuhud thdp dunia tetapi menguasai dunia untuk Allah. Mencari jalan untuk kembali kapada Allah memulangkan kembali amanahNYA seperti asal . Kalau nak huraikan tak abis-abis hanya perlu mencari RASA yg sejati.

Saturday, December 4, 2010

Dimanakah KEBENARAN itu ?

Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma solli 'ala Sayyidina Muhamamadin Wa 'ala Aalihi At Thoiyyibin Wat Tohirin . Amma Ba'du.

 Wahai pembaca yang aku kasihi,


KEBENARAN , AL HAQ , DIA lah kebenaran , itulah yg perlu dicari. Dalam mencari KEBENARAN ini janganlah kita terperangkap di dalam HIJAB KETAKSUBAN . Aliran dan Fahaman boleh menjadi HIJAB, Perguruan dan guru-guru juga boleh menjadi HIJAB. Taklid dan ikut-ikutan juga menjadi hijab. Ilmu tanpa keihklasan juga menjadi hijab. Keegoaan dan kesombongaan diri menjaadi hijab paaling besar. Sikap TAKSUB inilah yang akan menghijabkan kamu dalam mencari KEBENARAN.

Fahamilah. Kita tidak perlu takut menjadi sesat kerana kebenaran itu tetap dari Allah bukan dari syaitan. Dari itu, janganlah anda merasa ragu-ragu. Inilah jaminan Allah menerusi firman-Nya:

الحَقُّ مِن ربِّكَ فلا تَكُونَنَّ مِنَ المُمتَرِين

"Sesungguhnya kebenaran itu dari Tuhanmu, dari itu janganlah sekali-kali kamu tergolong dalam kalangan orang-orang yang ragu-ragu" [al-Baqarah: 147]

Jika kebenaran itu dari Allah s.w.t, maka apakah lagi yang membuatkan anda takut demi mencari kebenaran? Apakah Allah akan menyesatkan hamba-hamba-Nya kerana mencari kebenaran? Tidak sama sekali! Bahkan Allah pasti akan menunjukkan jalan untuk sampai kepada-Nya selagi anda berazam mencari sebuah kebenaran. Firman Allah:

والذين جاهدوا فينا لنَهدِيَنَّهُم سُبُلَنا وانَّ اللهَ لمعَ المُحسِنِين

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari kebenaran dan keredhaan) Kami, Kami pasti akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik” [al-Ankabut: 69]

Yang pasti, umat manusia disarankan agar mengkaji setiap fakta yang didengarinya bagi menentukan ianya benar atau salah?! Firman Allah s.w.t di dalam surah Az-Zumar: 18

فبَشِّرْعِبَادِ الذين يَستَمِعونَ القَولَ فَيَتَّّبِعون أحْسَنَه * أولئك الذين هَدَاهُمُ الله واولئك هُمْ اُولو الألبَاب


“Berilah khabar gembira (syurga) kepada hamba-hamba-Ku yang mereka (bersikap) mendengar dengan teliti akan kata-kata (khabar) lalu mengikut yang terbaik. Mereka itulah orang-orang yang menerima petunjuk Allah dan mereka juga pakar berfikir”

Allah s.w.t telah menguatkuasakan perintah agar kita membuat penyelidikan bagi setiap fakta yang diterima. Inilah yang dinamakan Taufiq atau persediaan diri. Dengan itu kita tergolong dalam kumpulan mereka yang bijak dalam penggunaan akal fikiran. Setelah itu, ikutlah yang haq kerana itulah yang dinamakan hidayah Allah. Hidayah Allah tidak akan diberi tanpa usaha dan persediaan diri sebagaimana perut tidak akan kenyang tanpa menyuapkan makanan ke dalam mulut.

Memang tidak dinafikan semua orang takut sesat. Al-maklum, neraka siapa yang mahu? Meskipun begitu, semua itu bukanlah satu alasan konkrit untuk kita menerima secara membabi-buta apa sahaja ‘sogokan’ ustaz dan ustazah tanpa sebarang persoalan dan pemikiran. Apakah fakta-fakta mereka semuanya benar dari Allah dan Rasul? Jika benar apakah jaminannya? .


Pengalamanku ingin dikongsikan buat pembaca sekelian supaya kamu tidak terhenti dalam mencari KEBENARAN pada sesuatu PERGURUAN atau GURU , pada sesuatu ALIRAN atau FAHAMAN . PENCARIAN tidaklah merosakkan Aqidah dan keimanan yang telah sedia ada. Ramai yang takut mencari dalam aliran diluar fahamannya kerana takut akan hal ini Adakah mana-mana dalil yang melarang kita mencari KEBENARAN dalam semua aliran yg ada ?

Kalau ada mana-mana golongan mengatakan kamilah golongan yang BENAR, bermakna mereka telah cuba meletakkan KEBENARAN itu hanya pada golongan mereka ,maka timbullah fahaman pelampau di situ semua yg bukan golongannya adalah SALAH. KEBENARAN itu hanya pada ISLAM bukan pada mana-mana golongan dan firqah.

KEBENARAN sudah ditunjuki oleh Nabi Saw untuk diikuti , Ikutlah Al Quran dan Ihtrah Ahlul Bait , Al Quran dan Sunnah  yang ada kebenaran di dalamnya. KEBENARAN sentiasa di pandu dengan petunjuk dari Allah Swt. KEBENARAN hanya pada NABI Saw yang bersifat SIDDIQ dan mereka2 yang  mencapai makam AS SIDDIQ AL AKBAR .






Dana Jihad akhir Zaman .......

Monday, November 8, 2010

Seruan buat Syiah Pelampau , Ahlus Sunnah Pelampau dan Ahli Bid'ah


Allah Swt berfirman ,"Sesungguhnya neraka Jahannam itu ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas (لِلطَّاغِينَ مَآبًا), mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak minum, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pambalasan yang setimpal. Sesungguhnya mereka tidak berharap kepada hisab, dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh- sungguhnya. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab. (An Naba':21-31)

Oh syiah pelampau , oh ahlus sunnah pelampau , oh segala ahli bidah yang tersangat melampau apabila sesuatu itu sudah melampaui batas-batas dan ajaran Nabi Saw ianya akan terjerumus kedalam kancah melampau . Maka janganlah kamu melampaui batas-batas Al Quran , As Sunnah (bukan hadis) dan Imam Ahlul bait as serta ithrah pewaris.

Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman". Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai ...Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata". (An Naml: 15-16)

Sulaiman as adalah pewaris Daud as , yang diwarisi oleh Sulaiman as bukanlah harta dan kerajaan tetapi 'ILMU' tentang segala sesuatu dan 'NUBUWAT' . Ada pun pula Imam AHLUL BAIT as adalah pewaris Nabi saw, dan yang mereka warisi adalah "ILMU" DAN "IMAMAH' bukan KEKHALIFAHAN seperti yang didakwa oleh golongan syiah pelampau .

Para Imam Ahlul Bait as, merekalah ULAMA' PEWARIS yangg sangat amanah, yang mana Nabi Saw maksudkan "Al Ulama' warisatul Anbia' ". Mereka-mereka yang tidak mempunyai talian keturunan ini dan juga tidak mencapai makam 'Ahlul Bait' dari segi kerohanian tidak termasuk di dalam perjanjian ini kerana mereka hanyalah Ulama' Syariaat yang menyampaikan Syariat Nabi Saw yang zahir. Namun mereka juga patut dimuliakan kerana tigas-tugas mereka itu.

Terdapat perbezaan di antara ILMU YANG DIWARISI dengan ILMU YANG DIAMBIL MELALUI SANAD. Sebab ILMU YG DIWARISI oleh keturunan-keturunan ini adalah sumber Ilmu Hikmah dan Makrifat yang diwarisi secara keturunan walau pun Ahlinya sudah berpindah ke alam baqo' kerana mereka ini hidup di sisi Allah Ta'ala . Dan merekalah yg mengajarkan ilmu kepada pewaris di setiap zaman . Nabi khidir as juga bersama-sama mereka dalam urusan ini.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon ju......ga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". (Al Baqarah: 124)

Mereka-mereka inilah Imam-Imam yang Allah Ta'ala telah memperkenankan doa Nabi Ibrahim as yakni untuk menjadikan Imam dari keturunan Ibrahim as dan keturunan Muhammad saw sehingga sampai kepada Imam Al Mahdi. Merekalah dari golongan Imam Ahlul Bait as yang merupakan kembar kepada Al Quran , mereka tidak pernah terpisah dari Al Quran Akhlak Muhammad saw itu Al Quran, dan Imam Ahlul Bait itu kembarnya. Keduanya tidak akan terpisah sehingga bertemu di telaga Al Haud.

Merekalah kitab yang hidup dan bergerak. Kerena ilmu mereka diwarisi terus dari keturunan-keturunan mereka walau pun mereka sudah kembali ke alam baqo' bukan melalui kitab-kitab tetapi melalui lisan An Nur dari pohon Muhammad.

Wama imamuka , Siapakah Imam kamu ? Al Quran dan Ahlul Bait itu imamku ... Barangsiapa yg tidak mengenal Imam Zaman nya akan mati seperti orang jahilliah. Justeru itu perlulah kita smeua mengenali siapa Imam Zaman ini yakni Imam Al Mahdi as bila sampai masa zahirnya.

Perhatikan kesemua isyarat-isyarat ini .. Persiapkan diri kalian untuk mengikuti mereka , berjuang bersama-sama mereka dan menjadi syiah/pengikut mereka yakni '"Syiah Ali'". Jangan kamu bersikap melampau kerana "Syiah mereka" bukan golongan pelampau. Mereka adalah pembawa Sunnah yg amanah dan mereka berdiri di antara Syiah dan Ahlul Sunnah besederhana dalam semua hal.....menyatukan kesemua aliran ...

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (An Nahl:123)

Fikirkanlah kenapa Imam Syafie rah dipikul dan dituduh syiah hanya kerana dia cintakan ahlul bait ???? Imam Malik rah lepas jumpa Imam Jaafar Sadiq as baru tahu langit ilmu tu tinggi rendah . Imam Shafie rah pula belajar dgn Imam Malik rah mengambil rahsia-rahsia Imam Ahlul Bait. Apa yg Imam-Imam ini bawa sebenarnya , adakah hanya membawa Mazhab2 Feqah seperti apa yang kita baca di dalam kitab selama ini ???? Kalau semua kitab-kitab yang bertimbun membukit tidak ujud adakah agama ini akan terpadam dari pemeliharanya yakni Imam Ahlul bait dan ithrah nya ???? Adakah kita perlukan kitab yang hidup atau kitab yang mati ???? Tuhan tidak mati dan hidup selama-lamanya, Nabi cuma berpindah alam , begitu juga dengan Imam Ahlul bait as, Para sahabat ra yang setia dan Para Wali yg mempunyai tugas, kenapa kita tak jumpa mereka semua semua ni ??? Sebabnya adalah kita tidak berjumpa pewaris yang sebenar ..... kunci kota itu hanya dipegang oleh keturunan ini. Jangan disangsikan lagi ! Hanya meeka yang menemuinya yang arif akan hal ini.

Imam-imam Ahlul bait as , kedudukan mereka adalah di antara Syiah dan Ahlus Sunnah , dan tidak pernah dan tidak akan cenderung kepada mana-mana aliran pun . Merekalah pembela sunnah nabi saw sepanjang zaman sejak di zaman Khulafa Ar Rasyidin sehingga akhir zaman . Mereka tidak pernah melampaui batas dalam semua hal.

Mereka tidak mengambil ilmu dari kitab-kitab, tidak mengarang kitab , tidak menulis kitab , kerana mereka itu adalah pintu kepada kota ilmu dan mereklah kitab yang hidup dan bergerak. Tidak pernah cuba menambah-nambah apa yang Nabi saw ajarkan kepada mereka , mereka juga pencela golongan pelampau dan ahli bid'ah serta menyatukan antara semua aliran yang sedang berpecah-belah.

Merekalah yang Nabi saw berpesan , "Aku tinggalkan kepada kamu 2 perkara berharga (tsaqalain) yg akan menyelamatkan kamu dari kesesatan , sealgi kamu berpegang kepadakeduanya ,Al Quran dan ihtrahku ,yakni ahlul bait." (HR Tirmidzi / Sahih)
Imam Ahlul Bait as, merekalah Ahlus Sunnah dan Ahlil Islam yang tulen . Maksud 'ithrah' ialah Imam pewaris setiap zaman , keturunan yg diisucikan apabila Allah mengampuni dosa mereka melalui taubat mereka.

Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". (Al Baqarah: 124)
Janji Allah berkekalan hingga ke akhir zaman sehingga zahirnya 'khataman Imam' yakni Imam Al Mahdi.

Apabila kamu mencaci para sahabat nabi saw maka jadilah kamu Syiah Pelampau , apabila kamu mencaci mereka yang tak sealiran dengan kamu sebagai ahli bid'ah maka jadilah kamu Ahlus Sunnah Pelampau , apabila kamu memperkata tentang Allah Ta'ala sehingga melampaui batas yang tercatit pada kalamNYA , maka jadilah kamu ahli bid'ah . Sekiranya kamu mengikuti Imam Ahlul Bait as dan bersederhana dalam semua hal barulah kamu 'Syiah Ali' . Ingatlah pesanan Nabi saw agar memperhatikan Ahlul Bait pewaris beliau.

Al 'Ulama' warassatul anbia' ialah mereka-mereka yang menjadi penghuni kota ilmu nabi saw dan pemegang kunci pintu kotanya . Kunci itu diwariskan oleh nabi saw kepada Imam Ali as sehinggalah kepada Imam Al Mahdi as. Setiap zaman , yakni setiap 100 tahuin sentiasa ada Imam pewaris dari Ahlul Bait as tetapi mereka sentiasa diabaikan oleh umat , hanya Syiah Ali sentiasa bersama mereka sepanjang zaman ,bersama2 menyelamatkan mereka dari musuh2 mereka dan akan bangkit bersama Al Mahdi di akhir zaman . Umat tidak menjumpai mereka lalu memberi gelaran mujaddid kepada siapa yang mereka fikir layak lalu Para Imam Ahlul Bait diabaikan.

AlQuran dan ahlul Bait tidak akan terpisah sehingga bertemu nabi sawdi Al haud (telaga nabi) . Syiah Ali dan Ahlul Bait as pewaris juga tidak akan terpisah sehingga bertemu Al Mahdi ,pembawa panji2 hitam dari timur. Umat dan Syiah Ali tidak akan terpisah selagi mereka tidak menjadi golongan pelampau.

Jaminan Nabi saw agar terselamat dari kesesatan cuma 2, Al Quran dan Sunnah serta Al Quran dan Ithrah ahlul bait as , pengamal dan pembawa sunnah yg sangat amanah . Siapa yg berguru dari kitab-kitab selain itu belum ada jaminan dari Nabi saw. Sehari duduk dengan guru yg arif dari keturunan ini , lebih berharga dari membaca beribu2 kitab, sebab inilah kitab yg hidup dan bergerak.

Dihari kiamat semua akan ditanya atas pegangan dan amalan-amalannya , berkatalah orang yang membaca kitab , aku pegang dan faham apa yg aku baca dan aku faham dari kitab, kemudian kamu ditempelak ,

Pegangan dari kitab kamu itu salah pergilah cari si penulisnya . Apabila berjumpa dengan penulis nya si penulis akan menjawab , aku tidak kenal kamu sebab kamu bukan muridku , aku pun sedang mencari syafaat agar terselamat dari hiruk pikuk ini . Di waktu aku menulis ketika itu aku masih muda dan terdapat banyak kesilapan pada fahamanku ketika itu . Aku tidak mampu menasakhkan kitabku sebab ia sudah tersebar luas selepas kematianku . Mungkinkah ini kata-kata dari penulis-penulis agung spt Imam Ghazali , Ibn Hajar , Imam Nawawi dan mana-mana penulis dari kalangan umat ? Sebab Nabi saw tidak pernah mewarisi kitab selain dari Al Quran dan Kitab yang hidup dan bergerak (ahlul bait as). Sekiranya perlu kepada kitab-kitab yang banyak ini sudah pasti Nabi Saw tekankan ,sedangkan Al Quran itu cuma di tulis dan tidak dikumpulkan semasa hidupnya. Adakah Nabi saw sengaja mengabaikan perkara ini . Allah Ta'ala sering menemplak Ahli Kitab di dalamAl Quran , Adakah kita juga akan mengikuti jejak langkah yang sama?

Maka siapa nak menjamin apa yg kamu baca dan faham kalau tersilap ketika itu? Siapa kah guru mu yang akan menjamin kamu dari kesesatan itu. Maka orang-orang berguru pula akan pergi mencari gurunya. Seandainya gurunya tersilap , gurunya yg akan menanggung segala kesilapan pengajarannya dan di dakwa di hadapan mahkamah pengadilan. Mereka yang mengambil ilmu dari guru-guru yang arif dari keturunan ini akan terjamin dari kesesatan . Mereka yg mengambil ilmu dari keturunan ahlul bait Nabi saw akan terjamin dari kesesatan , Nabi saw sendiri memberi jaminan ini . Waspada degan haru biru , hiruk pikuk yaumil mahsyar .

Fahamkan situasi in dimana masing2 akan melepaskan diri masing2 , mencari2 syafaat para rasul dan nabi2 . Dan semua para Rasul dan Nabi juga akan berlepas diri sehinggalah kesumanya mencari Syafaat Nabi Muhammad Saw.

Jangan kamu tanya sumber riwayat dan dari hadis mana atau kitab mana , sebab sumbernya dari kitab yg hidup dan bergerak , jangan mencari ilmu dari orang yang mati dan kitab yang mati .... Tuhan itu tidak mati , Ilmu itu tidak mati dan pintu kota itu sentiasa terbuka untuk semua yg mencari.

Maka kesemua guru 2 tarekat dan sufi akan dipanggil dan ditanya , apakah Nabiku dan ahlul bait kekasihku mengajar seperti apa yg kamu ajarkan .Semua guru2 feqah akan dipanggil dan bertanyakan soalan yg sama .Semua guru2 dari semua bidang ilmu akan dipanggil bertanyakan soalan yg sama .Semua guru2 dari semua aliran juga akan dipersoalankan soalan yg sama .Dalilnya kamu akan disoal atas tiap2 sesuatu perbuatan yg kamu perbuat , tidak ada yg akan terlepas dari soalan ini .

Kamu juga aku juga akan disoal apa yang kita semua telah sibarkan , tak terkecuali !!!!!!!

Semua kitab2 yg dicetakkan dan disebarkan tak terlepas dari di bawah pengaruh sesebuah pemerintahan , sejak Khulafak Rasyidin sehinggalah masa ini . Di zaman Khulafak Ar Rasyidin mana ada kitab pun selain Al quran yang dikumpulkan . Yang ada semua kitab yg hidup , Say Abu Bakar ra dan Say Umar ra juga merujuk kepada Imam Ali as dalam hal-hall yang sulit. Fikirlah kenapa Say abu bakar membakar banyak hadis ??? Kenapa ??? Kalau dia masih hidup mungkin semua kitab-kitab yang ada pun akan dibakar. Apabila manusia mula sibuk menulis dan membaca kitab dan melupakan kitab yg hidup kita akan dapati seperti keadaan yg berlaku sekarang ini .

Hanya Al-Quran sebenar-benar KITAB SEPANJANG ZAMAN, itulah panduan buat umat sekalian alam. Kitab yang HIDUP dan TIADA KERAGUAN padanya.

Sememang kita perlu mencari Ihtrah Ahlul Bait as pun sebab itu jaminan dari nabi saw Ketahuilah Ahlul bait ada 3 golongan :
1. Ada talian darah dan kembar al Quran spt Say Ali , hasan , husin, Imam akhir zaman dll
2. Ada talian darah dari tapi bukan kembar al quran . Ini ithrah yang umum, tidakmemegang sumpah keturunan.
3. Yang tiada talian darah tapi kembar al quran , contoh tuk kenali dan tuk2 wali yg sampai.

Ada suara-suara sumbang yang tidak mengerti lalu bertanyakan soalan sebegini , Ithrah ahlul bait !??? Siapakah mereka ini ? Adakah mereka sekarang ini ? Banyak golongan yang mengaku-aku, terutama para Habaib2 dan mazhab Syi'ah (Imam Ja'far), mereka mengaku-aku keturunan Nabi saw dari Hasan dan Husin. Padahal Hasan dan ...Husin (cucu Nabi saw) adalah anak Ali ra, sementara itu Ali ra sendiri adalah anak Abuthalib bin Abdul Muthalib. Dan harus difahami disini bahwa Islam menganut garis keturunan Bapak/Ayah/bin (patrilinial), dan bukan parental (ayah-ibu). Mungkin hikmah dari diwafatkannya putera-putera Nabi saw semasa kecil adalah untuk menghindari timbulnya perkara ini, karena dienul Islam itu bukanlah berlandaskan sebuah garis keturunan, tetapi berlandaskan ketaqwaan (siapa yang paling bertaqwa).

Aku ingin menjawabnya seperti begini :

kenapa Isa as disebut Isa anak Mariam , dan Nabi saw menyebut Hasan dan Husin sebagai puteraku . Dan mana pula nak letak pesanan nabi saw tentang Al quran dan ithrah ahlul bait . Dan pesanan nabi tentang Imam Mahdi dari keturuanan beliau . Semua ni perlu ada jawapan takkan Nabi saw sengaja suka2 hati pesan kalau tak ujud Ithrah ahlul bait .

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua... orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (Al Maa'idah:116)
Ada juga yang cuba mempertahankan kitab-kitab yang mati seperti begini:


Jangan cepat latah nak bakar semua kitab. Kitab yang muktabar ditulis oleh ulama muktabar sebagai sokongan dan ulasan yang mudah mengikut tahap kecerdikan dan terangnya hati hamba ALLAH SWT bersangkut paut dengan FEKAH, IQTIQAD, TASAUF, FAR...DU AIN & KIFAYAH, ALQURAN HADIS, TAFSIR, BALAGAH, ILMU2 LAIN TIDAK BERTENTANGAN ALQURAN SUNNAH.Takpa berlajar asal masa berlajar kena bersemuka dengan GURU yang pakar ilmunya dan benar ilmunya di sisi ALLAH SWT. Berlajar dan baca kitab tanpa guru sesat jalan dan SYAITAN/IBLIS nanti selewengkan kita. Satu contoh kalau takda penerangan dalam bahasa Melayu Iqtiqad ASWJ oleh KH Sirajuddin Abas susah kita nak kenal Wahabi, Bahai, Qadiani, Mudjasimah dan lain.Ulama2 itu pewaris NABI SAW jadi mereka terpaksa karang kitab sebab ramai penghafaz meninggal dan ilmu itu makin hilang, Imam Ghazali ikhtiar cari Ilmu Akal, Ainul dan Haqqul yakin bersama ilmu agama dalam perjalanan hidupnya.

Maka aku ada jawapannya:
Adakah kamu tidak perhatikan betapa Imam Malik berkata sedangkan dia juga ahli dalam ilmu-ilmu di dalam kitab yang mati apabila bertemu Imam Jaafar sadiq as "Sekiranya aku tidak menemui Imam Jaafar as selama 2 tahun ini , celakalah aku" Siapa kamu dan siapa kita semua berbanding dengan Imam Malik rah. Adakah umat tidak perlu mengambil ilmu dari kitab yang hidup ? Aku menceritakan tentang yang terlebih baik di antara yang baik , kitab yang hidup berbanding dengan kitab yang mati , bukan menyuruh kamu membakar semua kitab yang ada . Jadilah orang yang bijak dan beraqal dan pandai mebuat perbandingan, bukan melulu dan taksub dengan apa yang kamu sudah tahu dan menafikan apa yang kamu belum tahu.




Dana Jihad akhir Zaman .......


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...